Loading...

Kenapa tampilan dokumen microsoft word berbeda pada computer lain ?

10.35.00 Add Comment
Kenapa tampilan dokumen microsoft word berbeda pada computer lain ?

beda printer, beda juga tampilan.


Word prosessor seperti Microsoft word pada umumnya digunakan untuk memproduksi document untuk di print. Ketika word menampilkan document pada print layout atau page view, dia menggunakan karakteristik pada printer yang sedang dipilih untuk menentukan tampilan document seperti apa ketika diprint.

Karakteristik printer sangat banyak. Default margins, ukuran kertas, dan perbedaan lainnya dalam hal kapabilitas dan konfigurasi dapat mengakibatkan document yang muncul terlihat berbeda ketika di view atau di print pada satu system dan system lainnya.

Beda system, beda juga tampilan.


Perbedaan umum lainnya adalah fonts, yang mana tidak sama antara system.
Jika kalian membuat document menggunakan suatu fonts yang terinstal pada computer kalian, dan kemudian dilihat pada computer lain yang tidak terinstal font tersebut, hal tersebut dapat membuat perbedaan. Word akan menggantikan font tersebut menjadi sesuatu yang “mendekati” dengan font yang kalian inginkan. Akan tetapi, “mendekati” cukup samar, dan dapat berbeda dengan apa yang kalian inginkan.



Solusinya adalah PDF.


File format PDF dibuat untuk menyelesaikan masalah ini. PDF, yang mana adalah singkatan dari Portable Document Format, di desain untuk menampilkan tampilan yang sama persis dimanapun tidak mengenal system operasi ataupun karakteristik printer.
Versi saat ini dari Microsoft Word dan pengolah kata lainnya dapat menyimpan dalam bentuk PDF format secara langsung. Pembuatan PDF bekerja seperti printer – tetapi printer yang sama dimanapun. Interface yang digunakan untuk menyimpan PDF hampir sama dengan interface yang kalian gunakan untuk melakukan print document.

Dan hasilnya adalah PDF file yang bisa dilihat dimana saja dengan menggunakan aplikasi pembaca PDF dan seharusnya terlihat dan bisa di print sama persis dengan PDF kalian yang asli.

Apa itu PDF


PDF adalah bukan format yang di desain untuk mengubah document. Berdasarkan dokumen, mungkin bisa di edit, sampai batas tertentu, tetapi itu sama sekali bukan tujuan dari PDF. Anggap format tampilan saja, tidak seperti kertas yang ingin diganti.
Jika kalian ingin bertukar document yang mana orang lain dapat mengedit dan membuat perubahan kepada document tersebut, maka Word dengan “.doc” dan “.docx” format yang kalian butuhkan hanya saja jangan terlalu banyak berharap dokumentnya akan terlihat sama.
Gunakan tool yang tepat untuk suatu pekerjaan.

Ketika berbagi document yang sudah selesai dengan orang lain, gunakanlah PDF. Selalu. Kemudian cek document supaya PDF sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Jika kalian menginginkan untuk berbagi document dengan format Word, jangan terlalu berharap untuk menampilkan atau pun printout sama seperti yang kalian inginkan dimanapun.

Cara menginstal windows 10 dari usb dengan UEFI Support

15.20.00 Add Comment
Cara menginstal windows 10 dari usb dengan UEFI Support

Ada 2 cara mudah untuk membuat bootable USB media untuk menginstal windows 10 menggunakan UEFI.

Ketika kalian ingin melakukan install ulang dari USB, salah satu requirement yang melibatkan pembuatan media untuk boot computer kalian ke setup wizard. Tetapi jika kalian mempunyai hardware yang lebih baru, kemungkinan kalian tidak menggunakan legacy Basic Input/Output System melainkan menggunakan Unified Extensible Firmware Interface (UEFI), kalian juga harus memastikan kalau bootable media support dengan type firmware sebelum kalian memulai instalasi.

Jika device kalian memakai UEFI firmware, kalian memiliki beberapa cara untuk membuat USB Bootable media untuk menginstal windows 10. Kalian juga dapat membuat Media Creation Tool, yang mana adalah alat yang mudah digunakan yang dikembangkan oleh Microsoft yang mendownload dan mengcopy media instalasi file ke removable drive yang support UEFI dan BIOS. Atau kalian dapat menggunakan Rufus, yang mana adalah software gratis pihak ketiga yang dapat membantu membantu kalian membuat media yang support untuk UEFI firmware.



Kali ini saga akan membuat step by step membuat bootable USB flash disk dengan support UEFI menggunakan Rufus.
Kalian dapat mendownload windows 10 ISO dari sumber apapun dan kemudian mengunakan Rufus Tool untuk membuat media instalasi dengan UEFI Support.

Untuk membuat instalasi media windows 10 yang support UEFI , colokan USB Flashdisk dengan kapasitas minimal 4 GB dan ikuti beberapa step berikut :

  • Download windows 10 dari website resmi https://www.microsoft.com/ atau sumber lain.
  • Download Rufus dari website resminya https://rufus.ie/ atau sumber lain.
  • Setelah download jalankan Rufus.
  • Pada “Device”, Pilih USB Flashdisk dengan kapasitas minimal 4 GB.
  • Dibawah “Boot Selection”, klik tombol Select yang berada disebelah kananya.
  • Cari lokasi file windows 10 ISO kalian.
  • Pilih file ISO image, lalu tekan Open.
  • Pada “Image Option” pilih Standar Windows Installation.
  • Pada “Partition Scheme and target sytem type” pilih GPT.
  • Pada “Target System” pilih UEFI(non CSM).
  • Pada “Show Advanced Drive Properties” biarkan default saja.
  • Pada “Volume Label”, masukan deskripsi untuk drive. Contoh “Master Windows 10”.
  • Pada “File System” dan “cluster size” biarkan default saja.
  • Klik “Show advance format option” dan pastikan pilih “Quick Format” dan “Create extended label and icon files” tercentang atau terpilih.
  • Klik tombol Start.
  • Klik OK untuk mengkonfirmasi kalau USB Flashdisk akan di wiped out.

Setelah menyelesaikan langkah – langkah tersebut, Rufus akan membuat Bootable media, yang mana dapat kalian gunakan untuk mengintsal windows 10 pada device UEFI.

Ketika USB bootable telah dibuat, jalankan computer dengan boot dari USB. Sedangkan untuk licensenya kalian harus membelinya di penyedia terdekat.

Apa itu error 502 Bad Gateway dan bagaimana memperbaikinya ?

09.55.00 Add Comment
502 Bad Gateway adalah eror yang muncul ketika kalian mengunjungi sebuah website, tetapi salah satu web server mendapatkan invalid respon dari web server lainnya. Kebanyakan masalah ini disebabkan oleh website itu sendiri, dan tidak banyak yang bisa kalian lakukan. Tapi kadang – kadang, error ini muncul karena masalah pada computer atau jaringan kalian. Berikut ini beberapa hal yang dapat kalian lakukan.

Apa itu 502 Bad Gateway Error ?

502 Bad Gateway error berarti web server yang kalian terhubung sedang berubah menjadi proxy untuk menyampaikan informasi dari server lainnya, tetapi mendapatkan respon buruk dari server lainnya tersebut. Disebut error 502 karena HTTP status code web server tersebut mendeskripsikan error tersebut. Masalah bad respon ini bisa disebabkan beberapa masalah. Mungkin saja servernya overload, atau ada masalah dengan network dari kedua server tersebut, dan ini hanya sementara saja. Mungkin saja ada kesalahan setting firewall, atau bahkan error dalam pengcodingannya, dan masalah 502 Bad Gateway ini tidak akan bisa diperbaiki sampai firewall dan pengcodingan tersebut diperbaiki.

Kalian mungkin akan melihat banyak halaman 502 yang berbeda pada setiap website, website mungkin juga menggunakan nama yang berbeda untuk error ini, kalian mungkin saja melihat :
  • HTTP Error 502 Bad Gateway
  • HTTP 502
  • 502 Service Temporary Overload
  • Temporary error (502)
  • 502 Server Error : the Server encountered a temporary error and could not complete your request
  • 502 Bad Gateway Nginx. Dan lain sebagainya.

Yap, seperti yang sudah dikatakan diatas. Ini adalah masalah pada sisi server yang kalian tidak bisa lakukan apapun. Kadang ini hanya sementara, kadang juga tidak. Meskipun begitu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan pada sisi kalian.

Refresh / reload halaman tersebut

Refresh/ reload halaman tersebut kadang cukup berguna. Kebanyakan 502 error hanya sementara dan simple refresh mungkin akan kembali normal. Kebanyakan browser menggunakan F5 key untuk refresh, dan menyediakan tombol refresh disekitar address bar. Well, tidak selalu memperbaiki masalahnya sih, tapi mencobanya hanya membutuhkan beberapa detik aja.

cek apakah website tersebut down juga untuk orang lain.

Ketika kalian gagal mencapai sebuah website(untuk masalah apapun), kalian dapat mengeceknya jika hanya kalian yang mengalami masalah tersebut, atau orang lain juga mengalami hal yang sama. Ada banyak sekali tool diluar sana. Tapi biasanya saga menggunakan isitdownrightnow.com.


Jika kalian mendapatkan laporan kalau website tersebut DOWN untuk semua orang, tidak banyak yang dapat kalian lakukan tapi coba lagi nanti. Jika laporan mengatakan kalau website tersebut UP, maka masalahnya ada di tempat kalian, tapi sangat jarang sekali masalah ini menyebab 502 error, tapi masih ada kemungkinan dan kalian bisa mencoba beberapa cara pada seksi berikut ini.

Coba menggunakan browser lain

Mungkin saja masalahnya ada pada browser kalian yang menyebabkan 502 Bad Gateway error. Salah satu cara untuk mengeceknya adalah dengan menggunakan browser yang berbeda dan melihat apakah tidak ada masalah dan kalian bisa mengakses website tersebut. Kalian bisa menggunakan Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari dan lain sebagainya. Jika kalian juga mendapatkan error pada browser lain juga, maka kalian tahu kalau ini bukan masalah pada browser, dan kalian harus mencoba cara lain.

Bersihkan Browser Cache dan Cookies

Jika mencoba dengan browser lain bisa, maka kemungkinan masalahnya ada pada browser kalian yang mungkin saja outdated atau ada file corrupt yang menyebabkan 502. Dengan menghapus cached file ini dan mencoba membuka kembali website tersebut mungkin saja dapat memperbaiki masalah error 502 Bad Gateway ini.

kebanyakan browser menggunakan shortcut CTRL + SHIFT + DEL untuk membuka kontrol ini.


Cek plugin dan extensions

Jika kalian menggunakan extension pada browser kalian, kemungkinan maslaahnya datang dari salah satu extensi tersebut. Cobalah untuk men-disable semua extensi tersebut dan cobalah untuk mengakses website tersebut lagi. Jika tidak terjadi error maka suatu extensi yang menyebabkan hal itu. Cobalah meng-enable-kan satu – satu extensinya dan carilah extensi yang jadi biang masalah.

Restart peralatan kalian.

Jadi kalian telah menggunakan site yang mengecek up atau down dan menyimpulkan bahwa site tersebut down hanya ditempat kalian. Dan kalian juga telah menggunakan beberapa browser yang berbeda dan mendapatkan hal yang sama. Jadi kalia tahu bahwa masalahnya ada pada sisi kalian tapi bukan pada browser kalian.

Mungkin saja di computer kalian ada sesuatu yang sementara mengganggu computer dan jaringan kalian(PC, WI-FI, Router, Modem dll). Cobalah untuk merestart perangkat tersebut mungkin saja akan beres setelah restart (biasanya sih gitu kan,,, hanya butuh restart heheheee).

Ubah DNS Server

Kadang – kadang, masalah DNS dapat menyebabkan error 502 . Mengganti DNS Server kalian sepertinya bukan cara untuk memperbaikinya tapi masih ada kemungkinan penyebabnya. Dan tidak cukup sulit untuk menggantinya . kalian dapat merubahnya ke DNS Pihak ketiga seperti OpenNDS atau Google DNS dan mungkin dapat menyelesaikan masalahnya.

cara tidak langsung
dengan membuka website menggunakan https://www.hidemyass.com/proxy dan coba masuk lewat sana.

Sementara hanya ini yang dapat kalian lakukan dan seperti yang dikatakan diawal, masalah ini hanya sementara. Jadi coba lagi beberapa saat.


update :
coba cek program apa aja yang terinstal, yang mempengarui browser mungkin ada Pup disana yang menyebabkan error 502 Bad Gateway ini.

bisa coba pakai adware cleaner yang bisa di download di https://www.malwarebytes.com/adwcleaner/ untuk membersihkan Pup(Potential unwanted program.

shutdown lama ?

12.02.00 Add Comment
Kenapa komputer ku lama sekali di matikan(shutdown) ?


Klik start. Klik shutdown.

Tunggu. Tunggu. Dan tunggu terus.

Bukanlah hal yang jarang untuk mengeluh tentang waktu start-up atau kecepatan booting computer kalian. Dan ternyata waktu yang dibutuhkan untuk shutdown menjadi sumber frustasi lain kalian. Maksudku seharusnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menutup sesuatu ? kenapa tidak langsung mati saja tanpa mencabut kabel power listriknya ?

Seperti biasanya, ada banyak alasan. Mungkin beberepa yang umum diantaranya sebagai berikut :

Shutdown : ini adalah proses, bukan sebuah event

Akan sangat penting untuk mengetahui bahwa mematikan computer kalian adalah sebuah proses yang kompleks yang mungkin sama atau bahkan lebih dari ketika kita menyalakannya.

Ketika kalian menyuruh Windows untuk shutdown, dia akan bertanya kepada masing – masing aplikasi yang sedang berjalan “apakah ok jika dimatikan ?”. Hal ini akan memberikan kesempatan untuk masing – masing program memberikan sebuah peringatan jika kalian mempunyai pekerjaan yang belum disimpan. Semua program kemudian diberitahu kalau windows akan shutdown, suka atau tidak suka. Setelah itu akan mengarah ke device drivers(software yang bertanggung jawab pada setiap hardware pada system kalian) juga diberitahu kalau akan terjadi shutdown.

Mengapa sangat kompleks ?

Setiap aplikasi membutuhkan kesempatan untuk menyimpan apapun yang dibutuhkannya untuk bisa tertutup. Setiap device driver butuh kesempatan untuk mematikan device dengan cara yang teratur, menyimpan keadaan apapun mungkin akan penting ketika kalian menghidupkan computer kalian dilain waktu.

Semua itu membutuhkan waktu. Kadang membutuhkan waktu yang lama. Dan kadang ada masalah.

Banyak sekali program.

Proses shutdown sangat bergantung pada setiap software dan aplikasi yang berjalan. Setiap software diberi kesempatan untuk melakukan suatu pekerjaan, dan berpotensi pekerjaan yang memakan banyak waktu, sebelum windows shutdown. Pada kemungkinan terburuk, suatu aplikasi mungkin akan sepuhnya terjadi jeda saat aplikasi tersebut menanyakan user seperti “Do you want to save this file first ?”

Dan hasilnya adalah, aku jarang sekali langsung shutdown windows. Tapi, menutup aplikasi dan program yang sedang terbuka terlebih dahulu sehingga tidak lagi berurusan dengan aplikasi dan program yang membutuhkan input akhir dariku.

Sangat banyak program.

Bagaimana dengan semua program yang berjalan yang tidak kalian mulai ?
Umum sekali untuk mempunyai banyak program yang memulai secara otomatis ketika kalian sign in ke Windows. Mulai dari security software, automatic software utilities, hingga communications tools seperti Skype, mereka berpengaruh kepada waktu yang dibutuhkan untuk mulai dan mematikan. Setiap program dan aplikasi diberikan kesempatan untuk “melakukan sesuatu” sebelum mereka keluar.

Hardware juga

Local network kalian juga dapat berpengaruh terhadap tertundanya shutdown. Setiap koneksi local, katakanlah sebuah printer, atau file dan folder yang di share local. Membutuhkan waktu untuk tertutup secara individu. Jika sisi remote sedang non-responsive, hal itu juga berkontribusi terhadap lambatnya proses shutdown.

Masalah hardware lainnya juga berpengaruh terhadap lambatnya proses shutdown. Yang paling umum adalah masalah dengan device driver(software yang digunakan untuk mengontrol hardware) yang dapat menyebabkan masalah ketika shutdown. Masalah hardware yang sesungguhnya umumnya menyebabkan masalah yang lain.

Pastikan driver kalian versi yang terbaru. Sebaliknya, jika kalian mulai merasakan masalah setelah melakukan pembaruan device driver, coba pastikan dulu dengan manufacturernya.



Malware termasuk juga

Akhirnya, ada masalah dengan malware.
Malware bekerja secara misterius, dan dapat dipastikan akan membuat kacau system suatu waktu, termasuk juga proses shutdown.

Satu kata tentang tidak pernah mematikan computer(shutdown)
Terlalu lama untuk shutdown,dan ada yang tidak pernah dishutdown sama sekali.

Semua yang didiskusikan diatas berlaku untuk kedua situasi. Tidak pernah shutdown mungkin karena software yang sedang kalian jalankan, device drivers, masalah hardware atau malware. Bedanya jika lambat mungkin side effect karena semua berjalan lancer seperti seharusnya.

Tidak pernah shutdown sebaliknya, mungkin juga semacam kegagalan dari suatu aplikasi. Software yang dibuat dengan buruk, bugs, masalah setingan dapat menyebabkan software menunggu sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelum bisa dishutdown.
Yang paling penting untuk menghindari masalah ini adalah menjaga agar software dan aplikasi kalian uptodate.


Meshes dan Edit Mode

Meshes dan Edit Mode

09.58.00 Add Comment
Mesh adalah salah satu objek tipe yang penting dan sering digunakan pada Blender. Meskipun terdapat objek dengan tipe lain yang dapat digunakan sebagai model dan scene, tetapi mereka lebih sering terkonvert menjadi mesh, karena objek tipe ini mempunyai detail kontrol yang bagus. Sehingga Blender menawarkan fungsi lebih, built-in dan sebagai addons yang bekerja untuk meshes daripada sebagai objek type lain.

edit mode adalah mode dimana kita membuat perubahan kepada objek yang sedang aktif. Tidak semua objek memiliki edit mode(contohnya kamera) dan detail apa saja yang bisa kita lakukan pada edit mode berbeda antara objek satu dengan objek lainnya.

Apa itu Mesh ?

Mesh adalah bentuk dari satu atau lebih vertice, setiap vertex hanyalah sebuah titik pada ruangan. Sepasang vertice dapat di gabungkan dengan garis lurus disebut edge, dan pengulangan dari edge tersebut dapat dibentuk menjadi sebuah face.

Ini adalah face yang membentuk permukaan objek yang terlihat. Edge dan vertices pada dasarnya adalah geometrical "scaffolding" (geometri perancah) yang di gunakan untuk menahan objek.


Blender object-ode "Add" menu (  SHIFT + A  ) yang berisi submenu dari Mesh dengan koleksi pre-made mesh objek. Pikirkan kalau ini adalah starting point. Mereka membuat objek yang kita buat semakin mudah, dengan meperbolehkan kalian untuk memodifikasi sebuah objek sesuai dengan perkiraan bentuk yang kita inginkan bukan membuat bentuk tersebut dari awal.

Edit Mode

Start dengan model baru. Sembunyikan manipulator jika terlihat (  CTRL + SPACE ) kita harus berada pada Objek mode. Klik  RMB  pada kubus default untuk memastikan telah terpilih dan menjadi objek aktif.


Kita bisa mengubah mode menggunakan menu mode, sama seperti yang sebelumnya kita pelajari. Namun, karena perubahan antara object mode dan Edit mode biasanya termasuk operasi, dan mempunyai shortcut pada keyboard  TAB . Lakukan sekarang dan kita akan melihat penampilan kubus terebut akan berubah seperti gambar. Menu mode akan diupdate. Tekan  TAB  lagi dan kita akan kembali lagi ke Object mode. Tekan  TAB  lagi sebelum melanjutkan untuk memastikan bahwa kita sedang berada pada Edit mode.

Perhatikan fitur dari kubus, dan bagaimana mereka terhubung dengan deskripsi mesh diatas.
  • Titik pada sudutnya adalah vertice
  • Garis yang menghubungkan mereka adalah edges
  • Area yang berada didalam garis adalah faces



Selection Mode

Pada edit mode, header dari 3D view window akan menunjukan kontrol selection-mode. Jika kita mengarahkan mouse kita pada 3 tombol tersebut, kita akan melihat kalau tombol - tombol tersebut merepresentasikan vertex-select, edge-select dan face-select, kita bisa menekan tombol shift-click untuk memilih lebih dari satu.

Pada vertex-select mode, kita bisa memilih satu vertex dengan mengklik pada vertex tersebut menggunakan  RMB , dan memilih lebih dari satu dengan shift-clickig pada vertice dengan  RMB . Shift-clicking dengan  RMB  pada yang vertex yang telah terpilih akan meghapus pilihan tersebut.

Tekan  A  akan memilih semua vertice jika tidak ada yang sedang terpilih, dan juga sebaliknya.

Edge-select mode bekerja mirip dengan vertext-select tapi dengan edges dan bukan vertices. Mirip juga dengan face-select mode yang membolehkan kita untuk memilih dan menghapus pilihan dari faces.

Salah satu tombol yang berjudul "limit selection to visible" akan segera aktif(default, objek mesh yang di edit di tunjukan sebagai opaque yang artinya vertice, edges atau face pada sisi yang yang jauh dari pandangan kita akan di sembunyikan dan tidak dapat di pilih. Tekan tombol ini, dan objek akan menjadi tembus yang mana memperbolehkan klik melewati faces depan untuk memilih bagian mesh yang ada dibelakangnya.

Display mode yang berguna lainnya yang bisa digunakan pada 3D view adalah wireframe, yang mana dapat dipilih melalui Viewport Shading menu atau toggle dengan tombol  Z . Pada mode ini, faces menjadi transparant, hampir tembus pandang, dan edges dan vertices di tampilkan lebih jelas.


gambar tersebut adalah beberapa selection dan display modes yang terlihat pada kombinasi : pada baris pertama, sebuah vertex dipilih. Pada baris kedua sebuah edge dipilih, dan pada baris ketiga sebuah faces dipilih. Pada kolom pertama limit-selection-to-visible telah di aktifkan. Pada kolom kedua, di non-aktifkan, dan pada kolom ketiga wireframe mode telah aktif.

Selection Mode Hotkeys

Kalian juga bisa memindahkan pilihan selection mode dengan  CTRL  +  TAB . Pada menu yang muncul kalian dapat memindahkan pilihan dari selection mode dengan memilihnya dengan mouse atau tombol panah atas atau bawah, kemudian menekan tombol  ENTER  atau  LMB . Tapi jika kalian menekan tombol  CTRL  +  ENTER  atau  CTRL  +  LMB  yang toggles mengaktifkan hanya mode selection tersebut, tanpa berefect pada sama seperti dengan menekan tombol shift+klik pada icon diatas.

Pada popup menu blender yang lain, kalian bisa memilih suatu item dengan cepat dari  CTRL  +  TAB  menu dan dengan segera mengkonfirmasi dengan menekan tombol  1KEY  ,  2KEY  , atau  3KEY  untuk memilih yang pertama (Vertex), yang kedua (Edge) atau yang ketiga (face) item pada menu. Atau,  SHIFT  +  1KEY  ,  SHIFT  +  2KEY , dan  SHIFT  +  3KEY  ketika menu muncul, akan mengaktifkan vertex, edge atau face Selection mode.

Multiple Selection

Kalian bisa menggunakan  SHIFT  +  RMB  untuk memilih lebih dari satu item, dan  SHIFT  +  I  untuk menginvert selection, sama seperti Object mode. Hanya disini, "item" adalah vertices, edges atau faces, berdasarkan effect dari selection mode. Bagian yang aktif(yang terkahir dipilih) ditunjukan dengan warna putih, sedangkan yang lainnya ditunjukan dengan warna orange-kuning seperti biasa.

Seperti yang telah di mention diatas,  A  mempunyai fungsi yang mirip dengan Object mode, hanya saja diaplikasikan kepada bagian dari objek yang sedang diedit.


Menyembunyikan sesuatu

 H ,  SHIFT  +  H  dan  ALT  +  H  berfungsi sejalan dengan kebiasan pada Object mode, dan lagi, hanya diaplikasikan pada bagian yang sedang diedit.

Ingatlah apa yang disembunyikan: jika kalian keluar dari Edit mode dengan beberapa bagian di sembunyikan, mereka akan muncul dan hilang lagi ketika kalian masuk kembali ke Edit mode, setiap object ingat apa yang disembunyikan ketika kalian mengeditnya.


Local versus Global View

Kalian bisa memilih lokal atau global view pada Edit mode. Akan tetapi tidak menyempitkan view ke satu atau beberapa object melainkan menyempit ke objek yang sedang di edit.


Border Select(Box selection) & Circle Select (Brush selection)

 B  dan  C  bekerja secara analog terhadap fungsi mereka pada object mode. contoh, kalian memilih beberapa item dengan menggambar kotak atau dengan "painting" item tersebut.


Memilih lebih banyak, memilih lebih sedikit

Edit mode memiliki beberapa tambahan selection capabilities. Untuk mendemonstrasikannya, kita coba gunakan objek lain selain kubus. tekan  TAB  untuk kembali ke Object mode, dan hapus kubus tersebut. Sekarang tambahkan ( SHIFT  +  A ) sebuah objek Grid.  TAB  ke Edit mode, dan kalian akan melihat kalau grid tersebut akan terbuatdari 9x9atau 10x10 vertices. Pada awalnya semua grid tersebut akan terpilih. Tekan  A  untuk menghilangkan pilihan tersebut kemudian tekan  C  untuk "brush-select" beberapa vertices di tengah. Selesaikan brush-select mode dengan dengan  RMB  atau  ESC . Sekarang lihatlah apa yang akan terjadi pada selection ketika kalian menekan  CTRL  +  NUM+  (menambah pilihan). Vertices lain selain yang sudah dipilih disekitarnya akan ditambahkan ke pilihan. Sekarang coba  CTRL  +  NUM- (mengurangi pilihan), dan kalian akan melihat vertice yang berada di ujung dari selection tidak akan dipilih lagi.

Manipulator, Transformation Hotkey, Pivot Point

Semua fungsi tersebut tersedia dan dapat digunakan pada Edit mode sama seperti ketika ada di Object mode, kecuali tombol "Manipulate center point". Perhatikan bahwa merubah skala vertices akan merubah jarak diantara vertices tersebut. Vertice sendiri tersebut tidak mempunyai size, jadi mereka tidak membesar atau mengecil. Sama halnya dengan merotasi vertice yang hanya mengubah arah relativenya ke titik pivot, karena titik tanpa fitur tersebut tidak mempunyai orientasi.

Transformm Orientations
Global, lokal dan View optioni pada Transofrm Orientation menu dapat dijalankan pada Mesh Edit mode seperti mereka dijalankan pada Object mode. Dan tambahan lagi ada Normal mode, dimanan sumbu transformation selaras dengan selection:
  • Jika satu face dipilih, maka sumbu X dan Y akan selaras dengan face, namun sumbu Z akan tegak lurus(normal) dengan face.
  • Jika salah satu edge dipilih, maka sumbu Z selaras dengan edge, dengan sumbu X dan Y tegak lurus dengan edge.

Selection lainnya juga dapat digunakan, selamat bereksperiment saja..

Dan dengan single face dipilih,  G   Z   Z  akan menggerakan face. Tambahan, cukup mungkin untuk mendefinisikan orientasi transformation Normal saat ini sebagai custom orientation yang digunakan untuk mengubah vertice lain bahkan objek lain. Untuk melakukan ini, kalian harus membuka Properties Shelf, yang mana akan terlihat pada sisi sebelah kanan dari 3D view dengan  N . Dekat dengan bagian bwah adalah Transformation Orientations panel yang mana terdapat Transform Orientation menu yang terlihat hampir sama dengan dengan header dari 3D View windows, namun perbedaannya adalah yang ini mempunyai tombol "+" disebelahnya. Klik tombol "+" dan Normal Transformation orientation akan ditambahkan ke menu dengan label "Vertex", "Edge", atau "face" berdasarkan apa yang sedang dipilih(dan dengan numerix suffic ditambahkan jika sudah terdapat custom orientation dengan nama tersebut). Sekarang jika kalian melihat salah satu menu Transform Orientation, kalian akan melihat item baru yang dapat dipilih pada seksi yang berbeda diatas lima item standar.

Dengan pilihan orientasi baru kalian terpilih, text field yang dapat diedit akan muncul pada panel Transform Orientations, yang memperbolehkan kalian untuk mengganti nama jika kalian menginginkanya, dan terdapat juga tombol "X" yag memperbolehkan kalian menghapus orientation item ketika kalian sudah tidak membutuhkannya.

Dengan pilihan orientasi baru kalian terpilih, kita sekarang bisa memilih bagian objek yang berbeda, dan bahkan  TAB  ke Object mode dan meilih beberapa objek lainnya. Manipulator dan hotkey sumbu ganda akan sejajar dengan transformations mereka berdasarkan orientation custom. Cukup berguna, sebagai contoh menyelaraskan objek ke bidang miring.

Proportional editing


Ketika berusaha membuat bentuk yang natural dan organik, memindahkan vertices satu - persatu cukup membosankan. Untuk menghasilkan bentuk yang terlihat lebih halus, kalian membutuhkan mode dimana vertice tidak terpilih yang berada di dekat vertice terpilih juga ikut bergerak. Berbeda dengan perbedaan tajam vertice yang di pilih yang di pindahkan dengan dan yang tidak dipilih yang tetap di tempat, ada transisi bertahap dari satu ke yang lainnya.

Disinilah proposional editing berperan. Jika kalian memilih "Mesh" pada header dan melihat pop-up menunya, kalian akan melihat dua submenu, yang berjudul "Proportional editing" dan "Proportional Editing Falloff". Sebelumnya dalam mode on/off yang kemudian dirubah menjadi pilihan fungsi control falloff. Disana ada juga icon untuk "proportional Editing" di Header pada default 3D view. Lihatlah disebelah kanan "Limit Selection to Visible"(pada edit mode). Shortcutnya memakai huruf O. Tekan  O  akan mengubah antara Enable dan Disable. Tekan  SHIFT  +  O  akan mengubah tipe Fallout.

Proportional editing submenu mempunyai 4 pilihan: "Disable", "Enable", "Projected (2d)" dan "Connected". Apakah kalian masih mempunyai grid object pada "Select More, Select Less" seksi diatas ? jika tidak tambahkan Grid object baru. Ganti ke Edit mode, dan pastikan hanya sedikit vertice di tengah yang terpilih, Enable proportional editing, dan sekarang gunakan  G  untuk memindahkan vertices. Kalian seharusnya menyadari 2 hal :
  1. vertices yang tidak terpilih di dekat yang terpilih akan ikut bergerak, dan
  2. disana ada lingkaran putih yang mengurung semua vertices yang bergerak.
Cobalah menggunakan roda mouse ketika menggerakan vertice dan kalian akan melihat kalau lingkaran putih akan membesar dan mengecil.

Cobalah fungsi falloff yang lainnya pada submenu "Proportional Editing Falloff". Beberapa memastikan bahwa mesh tetap smooth dan curvy, yang lainnya memberikan efek sudut lebih banyak, dan lain sebagainya.

Pilihan ketiga dari "Disable" dan "Enable" proportional editing adalah "Projected (2D)". View ini mirip dengan Enabled, kecuali depth diabaikan. Jari - jari wilayah pengaruh diterapkan pada mesh dua dimensi.

Pilihan keempat dari "Disable" dan "Enable" proportional editing adalah "Connected". Yang satu ini membuat perbedaan pada mesh yang lebih rumit, yang mungkin memiliki lipatan atau cekungan didalamnya. Pada situasi ini, "Enable" akan berefek pada semua vertice dengan jarak tertentu dari vertice yang dipilih. Sementara "Connected" hanya mengukur jarak melalui edge yang terhubung, tidak langsung melalui space. Hal ini memungkinkan kalian untuk memindahkan satu part dari mesh tanpa berefek pada part yang lain yang mana mungkin terletak disekitarnya karena sebuah lipatan.

Dan tentu saja, proportional editing dapat bekerja juga dengan Scale  S  dan Rotate  R .
Dari mana datangnya cookies ?

Dari mana datangnya cookies ?

10.08.00 Add Comment
Dari mana datangnya cookies

Dari website yang kita kunjungi

Secara umum tentu saja cookies terbuat dari website yang kita kunjungi.

Resource yang digunakan website yang kita kunjungi

Tapi ada juga cookies yang terbuat dari resource website yang kita kunjungi karena memakai lebih dari satu web server.

Sebagai contoh website http://kaskus.co.id mungkin saja ada yang posting gambar dari website lain katakanlah websiterandom.com. Dan jika websiterandom.com juga menggunakan cookies, maka website tersebut juga memiliki kesempatan untuk membuat cookies yang berasosiasi dengan domain tersebut pada komputer kalian.

itu salah satu sumber cookies yang tidak terduga, ketika kalian berkunjung ke kaskus.co.id. kita tidak hanya akan mendapatkan cookies dari kaskus.co.id tapi juga mendapatkan cookies dari websiterandom.com.

Iklan pada website yang kita kunjungi

Hal ini yang ada pada pikiran kebanyakan orang ketika mereka mendapatkan cookies dari pihak ketiga.

Iklan biasanya disajikan dari server lain. server tersebut juga memiliki kesempatan untuk menyimpan cookies pada komputer kita. Dan lagi, sagarichan.com juga contoh yang bagus. Aku punya iklan pada website ini yang disediakan oleh Google Adsese service. Dan hasilya adalah, kalian mungkin menemukan cookies yang dihasilkan dari berbagai domain ( http://googleads.g.doubleclick.net contohnya) yang biasa digunakan oleh google untuk menampilkan iklan tersebut.

Jika kalian mengaktifkan third-party cookies pada browser kalian, kalian akan menemukan cookies dari iklan.

Cookies dari pop-ups

Kebanyakan orang akan menggunakan fitur Block atau hide pop-up windows. Meskipun begitu cookies akan tetap dihasilkan.

Tapi ini berdasarkan bagaimana browser kalian mendeteksi pop-ups, teknologi apa yang digunakan pop-ups tersebut, seberapa cepat mereka terdeteksi, dan bagaimana mereka terblock, tertutup atau tersembunyi.

Pada kebanyakan kasus, pop-up muncul cukup lama untuk meninggalkan cookies di komputer kita.

Cookies dari website yang belum kalian kunjungi...belum.


Ini mungkin sedikit misterius
beberapa browser mungkin akan melakukan pre-fetch(mengambil) halaman yang terhubung dengan halaman yang sekarang kita buka.

contoh, postingan ini juga terhubung ke artikel lainnya pada blog ini. ketika browser kalian telah selesai menampilkan halaman ini, mungkin saja browser kalian akan mencoba mengambil cookies dari halaman lain sebagai persiapan ketika kalian ingin mengunjunginya juga.

Kenapa ? satu kata, kecepatan. Jika kalian benar saja mengklik salah satu link tersebut, maka halaman dibalik link tersebut akan ditampilkan lebih cepat, karena sudah di download sebelumnya.


Object Mode

15.01.00 Add Comment
Pada module ini, kita akan belajar dasar tentang pengoperasian di Object Mode. Ini adalah mode awal yang ada di Blender ketika kalian kita membuka dokument baru. Ini adalah mode dimana kalian mengoperasikan keseluruhan objek, bukan perbagian.

kebanyakan akan melibatkan selection dan manipulation objek atau bagian objek berlaku juga untuk mode lainnya.

Buka Dokumen baru dan pastikan bahwa kalian berada pada Object Mode dengan mengecek pada mode menu.
Pilih kubus default denan mengkliknya menggunakan  RMB . kita akan melihat outline kubus tersebut berwarna orange.




Object Origin

Ketika kita memilih objek, kita akan menyadari kalau ada titik bulat yang muncul pada pusat objek bersamaan dengan warna kuning pada outline.

Ini adalah object origin. Ini mereferensikan titik dari local coordinate system object tersebut. Beberapa jenis suntingan ke objek dapat mengakibatkan origin ini dapat berubah posisi diluar objek. Jika hal itu terjadi, operasi seperti tranformation yang diterapkan dengan mengacu pada origin mungkin tidak berperilaku seperti yang diharapakn. Tapi Blender mempunyai kapabilitas untuk mengatasi hal ini.

Multiple Selections

Kalian dapat memilih lebih dari satu objek dalam satu waktu. Dengan kubus masih dipilih, rubahlah view sampai kalian menemukan lampu. Pilih lampu dengan klik  SHIFT  +  RMB  maka keduanya akan terpilih. Kalian akan menyadari kalau Lampunya memiliki warna orange-kuning, tapi kubusnya memiliki warna lebih merah.

Aktif objek adalah yang terakhir di pilih. objek lain dapat menjadi bagian dari yang dipilih, tapi highlight merah mengindikasikan kalau mereka tiak aktif. Properties window menunjukan properties untuk objek yang aktif, bukan dari keseluruhan objek yang dipilih, meskipun operasi pada 3D view seperti memindahkan dan menghapus objek akan berefek kepada semua pilihan, beberapa operasi dapat membangun special relationship antara objek yang aktif dan pilihan yang lain, jadi untuk masalah ini, urutan dari pemilihan objek menjadi sangat penting.

Kita dapa menghapus objek aktif dengan  SHIFT  +  RMB ; terdapat spot kecil yang mengindikasikan origin dari objek geometry tetap di highlight dengan warna orange-kuning, meskipun objek tersebut sudah tidak dipilih lagi. Jika kita melakukan ini ke objek yang tidak aktif, maka akan membuat objek tersebut aktif.

Tekan  CTRL  +  I  untuk Invert pilihannya. Tidak memilih apa yang sebelumnya dipilih dan memilih semua selain yang dipilih tadi. Ini tidak mengubah objek yang aktif.

Memilih objek yang di kaburkan/ saling timpang tindih

Jika banyak objek saling tumpang tindih, kalian dapat memilih salah satunya dengan mengklik  ALT  +  RMB  dan akan keluar popup list menu nama dari object yang dapat dipilih.

Alternative lainnya, kalian dapat menambahkan objek pada pilihan saat ini atau menghapusnya dari pilihan saat ini dengan mengklik  ALT  +  SHIFT  +  RMB  dan memilihnya dari list menu yang keluar.

Memilih semuanya dan tidak memilih sama sekali

Tekan  A  maka yang akan terjadi adalah : jika sesuatu sebelumnya telah di pilih, maka sesuatu tersebut tidak akan dipilih lagi dan sebaliknya, jika tidak ada yang dipilih sama sekali maka semuanya akan dipilih, kita akan sering melihat instruksi untuk menekan  A  untuk memastikan bahwa tidak ada yang sedang dipilih dan memastikan bahwa semuanya terpilih.

Menyembunyikan sesuatu

Ketika bekerja dengan scene atau model yang komplek, maka beberapa hal akan cenderung menjadi berantakan, membuatnya semakin sulit untuk melihat part yang spesifik yang sedang kita kerjakan. Sangat mungkin untuk menyembunyikan objek, sehingga mereka tidak muncul lagi dalam 3D view. Pilih objek yang ingin kalian sembunyikan dan tekan  H . Dengan begini kita bisa bekerja secara mendetail karena 3D view tampak rapi. Objek yang di hidden akan tetap ketika kita merendernya.

Tekan  SHIFT  +  H  menyembunyikan semuanya kecuali yang sedang dipilih. Ini adalah cara cepat untuk menghilangkan kekacauan dan kesempitan ketika bekerja dengan objek yang detil dan melihat objek mana yang sedang kita kerjakan saat ini.
Tekan  ALT  +  H  untuk menampilkan kembali semua objek - objek yang di sembunyikan dan memilihnya. Jika kalian lupa objek apa saja yang telah disembunyikan dan apa yang sedang tampil, tekan tombol ini untuk menampilkan semua objek.

Lokal vs Global View

Local view adalah cara lain untuk menyembunyikan bagian dari scene. Tekan  NUM/  ( \  untuk emulated numpad) akan menyembunyikan semua yang tidak dipilih dan akan otomatis melakukan zoom in atau zoom out ketika diperlukan supaya objek yang dipilih akan memenuhi 3D view. Menekan  NUM/  lagi, akan mengembalikan item ke normal global view.
hal ini berbeda dengan menyembunyikan dengan menekan tombol  H  pada render yang dilakukan di local view hanya menampilkan objek yang saat ini terlihat dalam tampilan itu. Khususnya jika lampu kalian dikecualikan dari local view, kalian akan melihat gumpalan hitam diobject kalian.

bagaimana kita mengetahui mode view yang sedang kita gunakan ??
lihat pada sebuah kata yang berada dipojok kiri atas dari 3D. Tulisan tersebut mengindikasikan orientasi view kita sekarang dan perspective setting("User persp"). jika kata "(local)" muncul, berarti kita sedang berada di lokal view, dan sebaliknya kita berada pada global view.

Border select(border selection)

Cara tercepat untuk memilih banyak objek adalah dengan Border select(box selection). Tekan  B  untuk mengaktifkannya. kita akan melihat garis silang yang yang di centerkan pada mouse. Drag dengan  LMB  untuk menandai pilihan secara persegi, kemudian lepaskan  LMB . Semua objek yang berada pada persegi tersebut akan ditambahkan pada selection. Jika kita tidak bermaksud untuk menggunakan box-selection mode, tekan  ESC  untuk keluar dari mode border select.

Alternative lain, untuk menghapus sesuatu dari selection, setelah menekan  B , drag selection menggunakan  MMB , ketika kita melepaskannya semua pada kotak persegi akan tidak terpilih.

Circle Select (Brush selection)

Cara lain untuk memilih objek sekaligus adalah dengan Circle select(brush selection). dengan menekan tombol  C ,pada mode ini mengklik atau menarik pada objek dengan  LMB  akan menambah objek tersebut ke selection,dan  MMB  menghapusnya dari selection, sebagaimana mouse akan berubah menajadi brush yang dapat kita gunakan untuk untuk "paint" objek masuk dan keluar dari selection.

Lingkaran menunjukan ukuran dari brush yang dapat disesuaikan dengan scroll mouse. yang mana bisa digunakan untuk memilih banyak objek sekaligus atau memilih salah satu objek sehingga kontrolnya lebih bagus.

klik  RMB  atau menekan tombol  ESC  untuk membatalkan mode circle selection.

Manipulator

Manipulator muncul pada tengah selection. Ada 3 jenis manipulator sama seperti gambar berikut

Manipulator RotationManipulator ScalingManipulator Translation


Yang bisa digunakan untuk Translation(memindahkan posisi), Rotation and Scaling(mengubah ukuran) objek, bentuknya akan berubah tergantung fungsi mana yang sedang di enablekan. Kita bisa menekan tombol menu transforation yang muncul ketika manipulator terlihat, untuk memilih transformator, atau shift-klik untuk mengaktifkan lebih dari satu secara bersamaan. Kita bisa mengatur terlihat atau tidaknya manipulator dengan  CTRL  +  SPACE , atau dengan klik tombol menu dengan panah merah, hijau, dan biru.

Transform orientations
Orientation menu mengatur bagaimana sumbu manipulator disejajarkan dengan default "global" yang sesuai dengan sistem koordinat global. Pilihan yang berguna lainnya adalah "local" yang sesuai dengan sistem koordinat dari setiap objek. dan "view" yang mana selalu selaras dengan pandangan kita.
Untuk mendemonstrasikannya, pilih kamera dengan  RMB  supaya hanya kamera saja yang terpilih. set manipulator hanya melakukan translations (tombol panah biru terpilih pada menu) dan pastikan orientation terset pada "Global". tarik panah berwarna manipulator dengan  LMB  untuk memindahkan kamera kearah yang ditunjukan panah tersebut.

Sekarang pindahkan orientasi ke "local". Kita bisa melihat bahwa panah manipulator akan berorientasi ulang sendiri. dengan catatan sekarang arah-Z (panah warna biru) adalah arah dari pandangan kamera. Koordinat lokal kamera memiliki sumbu optik kamera yang berjalan sepanjang sumbu Z. Secara default mengarah pada objek kubus. Kubusnya pun secara default memiliki sumbu lokal Z sendiri yang mengarah vertikal.

Dengan orientasi manipulator tetap di set ke lokal, tambahka kubus ke selection dengan  SHIFT  +  RMB  kita akan melihat manipulator yang berada di tengah objek yang dipilih. Sekarang berada di antara kamera dan kubus. Sekarag kalau kita menarik manipulator arah panah sumbu Z dengan  LMB , masing - masing objek akan bergerak mengikuti sumbu tersebut. Kamera akan bergerak mendekati atau menjauh dari kubus tersebut sedanng kubus tersebut akan naik atau turun.

Ganti orientasi ke "Global" dan coba tarik panah manipulator lagi. Kali ini, kedua objek akan tampak seperti terkunci bersama dan bergerak kearah yang sama, bergerak ke sumbu(global) yang sama.

Transformation hotkeys

Manipulator tidak hanya satu - satunya cara untuk melakukan transformation pada objek, tetapi bisa juga dengan keyboard shortcut.

Sembunyikan manipulator supaya tidak membingunkan. pilih kubus dan hanya kubus, dengan  RMB . Sekarang tekan  G  untuk Grab (menarik) objek. garis luar dari objek yang dipilih akan berubah menjadi putih, sama seperti ketika kita lakukan dengan manipulator, kecuali kali ini kita tidak menekan tombol mouse, dan kita bisa melihat objek tersebut bergerak sesuai dengan mouse. Tekan  LMB  atau  ENTER  untuk membatalkan pergerakan dan melepaskan objek ditepat yang baru, atau  RMB  atau  ESC  untuk membatalkan operasi tersebut dan mengembalikan ke posisinya semula.

mirip, gunakan  R  untuk Rotate(merotasi) objeki dan  S  untuk Scale-nya

Kita juga bisa membatasi pergerakan ke suatu sumbu dengan menekan kunci sumbu. sebagai contoh tekan  G  untuk mulai menggerakan kubus dan tekan  X  dan kalian akan melihat garis berwarna akan muncul parallel ke sumbu-X global. sekarang jika kita menggerakan kubus tersebut, kubus tersebut akn bergerak searah dengan garis berwarna tersebut. sama seperti  Y  dan  Z  bergerak ke sumbu Y dan Z. Garis yang muncul berwarna merah cerah, biru cerah atau hijau cerah yang bermakna warna merah, hijau, biru pada sumbu X,Y,Z.

Transform orientation untuk mentransformasi ke set sumbu yang berbeda,tekan tombol X,Y,Z dua kali. system koordinat yang digunakan berdasarkan pilihan pada menu Transform Orientation :
  • Local atau Global - transformation terjadi pada sistem koordinat lokal objek
  • view - transformation di sejajarkan dengan view coordinate

sebagai contoh, dengan pilihan default "Global" dari menu, pilih kamera dengan  RMB , tekan  G  untuk menggerakkannya dan tekan  Z  dua kali dan kita akan melihat garis berwarna akan megorientasikan dirinya sendiri berdasarkan arah dari pandangan kamera.

kita bisa juga membatasi pergerakan dan penskalaan terjadi dengan dua sumbu, tapi tidak bisa dengan tiga sumbu. Dengan menekan  SHIFT  ketika mengetik batasan sumbu. Contoh, G  diikuti dengan  SHIFT  +  Z  akan membatasi pergerakan ke ruang global X-Y(arah manapun kecuali sumbu Z. Untuk membatasi pergerakan ke ruang lokal X-Y, tekan  G   SHIFT  +  Z   SHIFT  +  Z .

berikut ini kesimpulan apa yang dihasilkan dari hotkeys tanpa dan dengan pembatas


Key tanpa pembatas diikuti sumbu diikuti shift-sumbu
 G  Bergerak di ruang tegak lurus berdasarkan arah pandangan bergerak berdasarkan sumbu bergerak pada ruang tegak lurus berdasarkan sumbu
 R  Berotasi berdasarka arah pandangan berotasi berdasarkan sumbu
 S  Berskala secara seragam ke semua sumbu berskala sesuai sumbu berskala secara seragam pada ruang tegak lurus berdasarkan sumbu

Sebagai tambahan hotkey  R   R  akan mengaktifkan free rotasi, objek dapat berotasi ke semua sumbu saat kita menggerakan mouse.

Transforming dengan angka
Kadang kita memerlukan posisi yang cukup akurat, menggunakan kalkulasi angka selain menggunakan estimasi dengan mata telanjang. Blender juga bisa melakukannya. Cukup dengan menekan angka setelah transformasi hotkey sebelum menekan  ENTER  untuk mengkonfirmasi operasi. contoh,  G   X   1key   ENTER  akan memindahkan objek yang dipilih sebesar 1 unit angka positive ke sumbu X.  G   X   -KEY   1key   ENTER  akan berpindah -1 unit negatif pada sumbu X. angka desimal juga bisa digunakan.  S   0KEY   .KEY   5key   ENTER  akan menskala objek yang di pilih sebesar 0.5 atau 50%. Rotasi juga memiliki fungsi yang sama menggunakan derajat searah jarumjam di sekitar sumbu X, Y, Z yang dipilih.

Menu Transformation
Cara lain terlihat seperti gambar, transform panel yang muncul diatas properties(tekan  N  untuk memunculkannya pada sisi kanan 3D view) disini kita bisa melihat transformation values. kita bisa menarik slider untuk mengubahnya atau klik untuk memasukan value baru.

Memilih pivot point

Ketika kita melakukan operasi scaling atau rotation, kita akan memilih pivot point, yang mana titik pusat tidak terpengaruh oleh operasi. Secara default adalah "Median point" atau titik pusat dari seleksi,tapi menu dari Pivot Point memiliki beberapa pilihan. Contoh, pilih kubus dan kamera, kemudian rotasi( R ) mereka. secara default mereka akan berotasi sesuai dengan pusat manipulator.

Sekarang pada menu Pivot Point pilih "Individual Origins" dan rotasi( R ) lagi kedua objek tersebut, kita akan melihat masing - masing objek tersebut berotasi terhadap titik pusatnya sendiri.

Pilihan pada menu pivot yang lain adalah "3D Cursor" yang mana akan menempatkan transformation origin pada lokasi 3D cursor.
dan terakhir adalah tombol dengan gambar 3 titik dan panah yang berada disebelahnya dengan title "Manipulate center points" degan memilih menu ini berarti objek bertransformasi dengan tidak merotasi objek tersebut, tetapi hanya posisinya saja. untuk melihat efeknya kita harus memilih Pivot Point selain objek origin. gambaran umumnya seperti putaran kursi yang terdapat pada bianglala/ferris wheel yang mana berotasi disekitar pivot roda, tetapi tetap mempertahankan orientasinya.

Scaling juga akan merubah jarak antara titik pivot yang dipilih dengan objek origin, tetapi tidak akan berpengaruh pada objek itu sendiri.

Kenapa aku tidak bisa merotasi atau menskala objek ?
Salah satu masalah yang mungkin akan kita temui adalah ketika kita memilih objek dan kita mencoba untuk merotasi  R  dan menskalanya  S , dan tidak ada yang terjadi, tetapi menjalankan dengan  G  masih dapat bekerja. Jika hal ini terjadi, pasti kita mengalami tombol "Manipulate Center Point" sedang aktif, cek apakah tombol ini aktif, jika aktif maka matikan tombol tersebut.

ada tombol shortcut untuk semua pilihan diatas.

Pilihan Pivot Key
Active Element
 ALT + .KEY 
Median point  CTRL + ,KEY 
Individual origins  CTRL + .KEY 
3D cursor  .KEY 
Bounding box center  ,KEY 
Toggle manipulate center point  ALT + ,KEY 

Tekik dasar kamera

Kamera view  NUM0  berguna untuk mengatur kamera sementara terus mendapatkan timbal balik dari bagaimana render akan terlihat. View ini memperlihatkan bingkai persegi yang mengkover area yang akan muncul pada render, yang di kelilingi oleh passepartout yang memberikan view lebih gelap disekitar bagian dari scene. Kita bisa menggunakan scroll mouse untuk zoom in dan zoom out, mengatur seberapa banyak dari view yang merupakan area render dan seberapa banyak yang passepartout.

Pada view ini, gunakan  RMB  pada bingkai persegi untuk memilih kamera, dan seperti biasanya, akan muncul highlight berwarna orange - kuning. Manipulator tidak akan muncul walaupun enable, jadi kita harus menggunakan transormation hotkey untuk melakukan transformation.

Gunakan  G  untuk menggerakan kamera. Karena view akan tetap berada pada kamera, kita mungkin saja akan melihat scene akan bergerak berlawanan dengan yang kita kira.

Sumbu lokal Z kamera terletak diarah sepanjang view. Dengan mengetahui ini kita dapat melakukan operasi seperti  G   Z   Z  untuk menggerakkan kamera in atau out tanpa berefek pada arah kamera tersebut mengarah. Juga sumbu X, berjalan dari kiri ke kanan pada kamera view sehingga merotasi disekitar X  R   X   X  akan menyesuaikan sudut pitch(kemiringan) atas-bawah. Merotasi disekitar sumbu vertical Y  R   Y   Y  akan mengubah sudut yaw (keolengan) kiri-kanan. Dan kita bisa
erotasi disekitar sumbu optical dari kamera menggunakan  R   Z   Z  untuk menghasilkan effect view yang berguling disekitar sumbu visual.

Teknik lain yang berguna adalah untuk memposisikan 3D cursor pada titik yang di inginkan, set pivot point ke 3D cursor lalu rotasi kamera dengan sumbu global, seperti sumbu global Z (  R   Z  ) untuk mengatur sudut pandang tetapi tetap melihat objek yang sama pada view, dan tanpa mengubah jarak antara kamera dan titik yang di inginkan. Di Real life kita bisa mendapatkan effek itu dengan berjalan mengelilingi objek kita dengan kamera yang berada diatas Steadicam

Scaling objek kamera hanya mengubah ukurannya saja seperti yang terlihat di 3D view, tapi tidak berefek pada render. Berdasarkan dari sumbu mana yang kita coba terapkan, objek kamera akan selalu menskala secara seragam terhadap semua sumbu.

Kita juga bisa menggunakan Flu mode  SHIFT + F  pada mode kamera view untuk terbang disekitar scene.

Pilihan lain untuk menggerakan kamera pada kamera view adalah dengan mengeluarkan panel Properties ( N ) dan pada View section, centang kotak disebelah Lock Caera to View. Sekarag kita dapat menggunakan  MMB  untuk "menggerakan objek" seperti kita menggerakan sesuatu pada view lain seperti 3D view. Menahan tombol  MMB  dan menariknya akan melakukan rotasi,  SHIFT  +  MMB  akan "menggerakan objek" disekitar view (panning) dan scroll akan menggerakan objek mendekat atau menjauh dari kamera. Tapi, sebenarnya yang kita lakukan adalah menggerakan kamera bukan menggerakan objek.

Scaling kamera : kita dapat menskala objek kamera dengan  S  sama seperti kita melakukannya dengan objek lain. tetapi tidak mempunyai efek kepada apa yang dilihat dengan kamera tersebut, maksudnya objek kamera tersebut tersebut memang berubah skalaya membesar atau mengecil tetapi apa yang dilihat oleh kamera tersebut tidak berubah.

Cara lain untuk mengubah ukuran display kamera adalah dengan melihat pada Camera data cotext pada Properties window, Pada display panel. Disini terdapat kolom Size yang dapat kita gunakan untuk menambah atau mengurangi size dari kamera.

Menambah/ Menghapus objek, Undo/Redo, Repeat

Pilih kubus dengan  RMB  lagi. Tekan tombol  X  atau  DEL  dan setelah mengkonfirmasi pop up yang keluar, kubus tersebut akan menghilang. Tekan  CTRL  +  Z  untuk meng-undo action sebelumnya dan kubus tersebut akan muncul kembali.
klik dengan  LMB  untuk memposisikan 3D kursor menjauh dari kubus default. Tekan  SHIFT + A  untuk memunculkan menu Add, pilih sub menu Mesh dan tambahkan kubus lainnya kedalam scene. kemudian tekan  CTRL  +  Z  , dan kubus kita kembali hanya satu.

Sekarang tekan  CTRL  +  SHIFT  +  Z  ini akan meng-undo aksi undo tadi dan redo operasi terakhir, mengembalikan kubus yang kedua.

Coba untuk menabahkan kubus yang ketiga, sekarang tekan  CTRL  +  Z  yang seharusnya akan meng-undo dan kubus yang kembali menjadi dua dan tekan  CTRL  +  Z  akan meng-undo kubus yang kedua dan sekarang sisa satu kubus. Cobalah untuk menekan  CTRL  +  SHIFT  +  Z  saat ini akan mengembalikan kubus yang kedua, kemudian tekan lagi  CTRL  +  SHIFT  +  Z  yang mana akan mengembalikan kubus yang ketiga.

Blender mampu mengingat sampai 32 hal yang telah kita lakukan(berdasarkan limit yang kita set di user preferences). Pada undo stack, kita bisa maju atau mundur diarea tersebut dengan  CTRL  +  Z  dan  CTRL  +  SHIFT  +  Z .

Terkadang kita ingin mengulang aksi tersebut. Untuk megulangi aksi sebelumnya bisa menggunakan  SHIFT  +  R .


Penempatan Layers


Sebelumnya kita telah belajar tentang menunjukan dan menyembunyikan layer di 3D view, untuk penempatan layer untuk objek yang di pilih, tekan  M . Sama juga dengan keyboard shortcut ketika memilih layer mana yang mau ditampilkan.

Setelah menempatkan objek ke layer yang berbeda, objek tersebut akan hilang. Ini akan terjadi pada kita, karena layer yang objek tersebut kalian tempatkan dan layer yang sedang kalian lihat pada 3D view, tidak mempunyai hubungan. Ubahlah layer yang terlihat dengan memasukan layer yang terdapat objek tadi. Contoh, jika kita saat ini berada pada layer 1, dan objek tadi kalian tempatkan di layer 2, objek tersebut akan hilang, tapi akan muncul lagi ketika kita berpindah ke layer 2.

Objek, action, setting

Tampilkan add menu lagi  SHIFT  +  A . Kali ini, tambahkan Cylinder mesh ke scene. lihatlah pada sebelah kiri dari 3D view, pada Tool Shelf(jika tidak ada tekan  T ), pada bagian bawah akan terdapat panel baru dengan judul "Add Cylinder" dibagian atasnya terdapat angka "Vertices" yang secara default adalah 32, yang mana cukup memberikan bentuk cilinder yang cukup terlihat bulat. Cobalah untuk menguranginya menjadi 6, dan arahkan view supaya bisa melihat "cylinder" tersebut, dan sekarang kita dapat melihat bahwa bentuknya sekarang adalah prisma hexagonal, sekarang rubahlah menjadi 3 dan akan menjadi prisma segitiga.

Ini adalah contoh user-interface yang penting yang berada pada Blender, pertama kita memilih objek yang akan kita operasikan, kemudian kita memilih operasi dengan default setting, dan terakhir kita menyesuaikan setting tersebut supaya menghasilkan objek yang kita inginkan.